Sejarah bangsa Indonesia memang tidak akan
habisnya untuk dikaji, ibarat meminum air laut yang semakin diminum semakin
terasa dahaga. Artinya akan selalu ada pembahasan baru yang muncul dalam setiap
pengkajian sejarah tersebut. Hal itulah yang menjadi ketertarikan bagi
sebagian anak bangsa untuk menelusuri samudara peristiwa masa lalu yang pernah
dilayari oleh para pendahulunya.
Memang sebagai bangsa yang memiliki kekayaan
alam tampaknya menjadi hal yang wajar untuk diperbutkan oleh negara yang
berkekuatan, apalagi kondisi pada saat itu memang menuntut untuk mereka untuk
menguasai sebuah negara, untuk menambah amunisi negaranya. Baik itu untuk
kepentingan personal (dirinya) dan masyarakatnya (negara). Namun, walaupun
demikian sebagai negara yang dikuasi yang tanpa kemajuan teknologi bangsa kita
tidaklah hanya berpangku tangan tanpa perlawanan, melain memberontak dengan
segala daya kemampuan yang dimilikinya. Memang sejarah telah menunjukkan bahwa
bangsa kita mampu melawan negara yang lebih dulu maju dan mengenal berbagai
macam teknologi untuk menundukkan negara lainnya.
Sejarah
yang pernah terjadi tersebut sangatlah berpengaruh dalam perkembangan serta
kemajuan bagi bangsa yang dijajah. 10 november menjadi salah satu bukti bahwa
negara kita bukanlah tipikal negara yang lemah, hanya tunduk dan patuh terhadap
para penjajah. melainkan sebuah negara kesatria yang melawan negara yang
mendzolimi bangsanya. Walaupun diancam dan diserang tetap saja gigih dalam
mempertahankan haknya sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
Dahulu, Indonesia yang sudah sah menjadi sebuah
negara merdeka tetap saja ingin dirampas kembali kemerdekaannya dan ingin
dijadikan sebagai negara jajahan kembali . Katakanlah dari AFNEI (Allied
Foreces Netherland East Indies) adalah salah satu kelompok dari tentara Inggris
yang datang ke Indonesia pasa kemerdekaan Indonesia yang mengemban tugas untuk
membebaskan tawanan japan, dan tentara japan yang kalah dalam peperangan untuk
dipulangkan. Selain itu NICA (Netherland Indies Civil Administration) juga
turut dalam memboncengi untuk mengembalikan negara Indonesia ketangan
pemerintahan Hindia-Belanda sebagai negara jajahan. Atas hal itulah rakyat
Indonesia menolak dan memberontak melawan tentara Inggris dari AFNEI dan NICA
tersebut. sehingga meletuslah peperangan yang saat ini kita peringati sebagi hari pahlawan.
Perlawanan atas AFNEI dan NICA ini sebagai
tanda bahwa bangsa kita bukanlah bangsa yang mudah menyerah, lemah serta tunduk
dan patuh kepada penjajah tapi sebagai bangsa yang mempunyai keyakinan yang kuat,
berteguh pendirian dan melawan segala macam bentuk penjajahan yang tidak
menghargai nilai kemanusian.
Sejarah telah berlalu, sekarang hanya tinggal
kenangan, namun bukan berarti diabaikan serta dilupakan keberadaannya tapi
harus diambil semangatnya dan tetap melanjutkan perjuangannya. Semangat yang
sama, tujuan yang sama demi tercapainya cita-cita bersama sebagai mana yang
tertuang dalam pembukaan UUD 1945 itulah yang mesti ditanamkan dalam sanubari
kita semua. 10 November kemarin tampak diseluruh penjuru Indonesia merayakan
hari kebesaraannya yakni hari pahlawan. Dengan ditetapkannya hari pahlawan ini
harusnya dapat mengobarkan semangat kita semua untuk tetap mempertahankan jiwa
kesatria yang pernah dilukiskan dalam tinta sejarah bangsa Indonesia. Kenapa demikian
? disamping hal lain, juga memang sampai saat inipun penjajahan masih
berlangsung dalam negara kita tapi dalam bentuk yang berbeda.
Melihat fenomena yang terjadi saat ini, sudah
seharusnya hari-hari besar seperti hari Palawan ini bukan sekedar peringatan
ceremonial tahunan yang kosong tanpa isi dan tanpa refleksi melainkan harus
dijadikan sebagai momentum untuk melihat kembali kebelakang dan mengambil
pelajaran untuk melangkahkan kaki kedepan. Karena bernostalgia dengan sejarah
tanpa memetik hikmah hanya akan merugikan kita semua, karna sejarah telah
membuktikan bahwasanya negara yang hebat, berkembang serta maju dalam segala
lini saat ini menjadikan sejarahnya sebagai acuan untuk membangun kembali
negaranya dari keterpurukan menuju negara yang maju dalam IPTEK sebagai mana
yang kita nikmati saat ini.
Selain dari pada itu, Dzolim kiranya jika kita
hanya menikmati jerih payah para pahlawan tanpa melanjutkan perjuangannya,
lebih ironisnya jika semua itu dirusak baik itu dengan tindakan apatis terhadap
kondisi yang sedang mencekik bangsa ini. Menanam jiwa nasionalisme kepada
seluruh masyarakat Indonesia memang menjadi proyeksi, karena dari sanalah
tindakan-tindakan yang merusak bangsa ini sedikit terendam. Nah, salah satu
cara akan hal itu yakni dengan mengkaji dan menelaah kembali sejarah bangsa
ini. Oleh karena itu bungkarno pernah mengatakan “jas merah, jangan melupakan
sejarah”.
Sebagai generasi saat ini yang hidup di era
Digital dengan pesatnya kemajuan dunia industri bukan berarti tanpa ada rintangan
yang kita hadapi, bahkan jika kita
bandingkan perjuang terdahulu belumlah seberapa jika dibandingkan dengan
perjuangan kita saat ini. Bukan saja moralitas tapi juga spiritualitas yang
sedang kita hadapi saat ini. Dampak dari pada modernisasi dan globalisasi ini
juga dapat kita rasakan dari ranah pergeseran budaya. sekarang eranya
westernisasi, artinya segala macam bentuk yang datang dari barat tanpa melihat
keselarasan antara etika, budaya dan kebiasaan
tetap saja akan diikuti dengan alasan “Trend”. Sehingga terlihatlah dekadensi moral dan
spiritual yang sedang dialami bangsa ini. Untuk itulah para terdahulu
mengingatkan kita bahwa perjuangan mereka mudah,hanya mengusir kolonialisme dan
imperialisme, tapi perjuangan setelahnya akan lebih berat, karena bukan saja
melawan negara lain tapi juga melwan bangsa sendiri.
Untuk melawan hal itu kembali lagi kita harus
melihat sejarah yang pernah terjadi pada
bangsa kita. Kerja paksa dahulu apa beda dengan keadaan buruh, guru, petani,
dan lain-lainya saat ini, belum lagi jika kita melihat ke ranah lainnya. Untuk
itulah sejarah menjadi instrument penting dalam sebuah negara untuk menjadi
lebih baik. Sejarah juga merupakan suatu tubuh yang disana terdapat identitas, karakter jika
diabaikan apalagi menghilangkan keberadaannya makan hilang jugalah jai diri
bangsa kita. Dengan begitu akan mudah bagi negara asing untuk mempengaruhi
bangsa kita untuk menjadi budaknya. Selain itu sejarah juga dapat memunculkan
ide atau gagasan baru untuk menuntaskan permasalah yang sedang kita hadapi.
Sayang seribu sayang negara yang memiliki
banyak sejarah dalam pentas
perjalanannya tidak dikaji dan diambil hikmahnya seperti bangsa Indonesia ini.
Dari pengalaman pengalam bangsa ini kiranya kita dapat bangun kembali bangsa
kita yang sempat berada dalam zona degradasi moril dan spiritual ini. Pahitnya sejarah
jangan sampai dirasakan oleh generasi selanjutnya, gelapnya sejarah jangan
sampi membutakan mata kita untuk tetap melanjutkan perjuangan. Karena Sejarah
adalah pengalaman, pengalaman adalah guru terbaik dalam hidup kita, untuk itu
jangan lupakan sejarah !,teruslah berjuang putra putri bangsa.
Jum’at, 10 November 2017
Selamat hari pahlawan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar