jika membaca adalah memburu, maka menulis adalah mengikat buruan tersebut (Imam Al-Ghazali)

Selasa, 28 November 2017

Semarang menjadi saksi perkumpulan IKMAA

keluarga mahasiswa alumni As'ad atau yang kerap kita kenal dengan IKMAA telah sukses melakukan kegiatan wis (wisata intelektual spiritual), kegiatan ini adalah salah satu program dari devisi pengembangan wacana. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan keintelektualan dan mempererat hubungan antara anggota yang satu dengan yang lain. waduh ini tulisannya terlalu formal !!! ya sudah mendingan penulis langsung saja menceritakan  tentang "perjalan IKMAA ke Semarang".

Sabtu pukul 05:30 kami sudah mulai berdatangan satu persatu ke MP UIN sunan Kalijaga, kenapa koq pagi sekali ? Karena saat itu waktu kumpul sudah kita sepakati jam 05:30 sudah berkumpul semua dan pukul 06:00 sudah berangkat, akan tetapi janji itu di ingkari oleh saya karena saya datangnya pada pukul 07:30 hehe. ya itu hal yang biasa mungkin kita lakukan, setelah berkumpul semua, kami memutuskan untuk berangkat dengan pasangan yang telah di tentukan oleh ketua umum IKMAA, kebetulan waktu itu saya mendapat pasangan yang pas hahaha, dan pemberangkatan saat itu dipimpin langsung oleh penunjuk jalan atau sering kita dengar dengan panggilan cak Naldi dan di belakang nya di ikuti oleh ketua umum IKMAA periode 2017-2018 yaitu sahabat qodiri syahnaidi.

Motor yang kami kendarai mulai bergerak satu persatu berselang beberapa jam setelah pemberangkatan kami kehilangan satu anggota yang mana saat itu penunjuk jalan yang tertinggal jauh di belakang hahahaha lucu ya!!!! penunjuk jalan yang seharusnya di posisi terdepan koq ketinggalan di belakang hehehe, akhirnya setelah sesampainya di jalan mangelang rombongan kami berkumpul lagi dengan jumlah yang pas, perjalanan segera kami lanjutkan dengan sedikit iringan gerimis air hujan yang genit waktu itu, yaa tetapi kami tidak terlalu menghiraukan sapaan genit gerimis itu, kami langsung saja menerobos jalanan yang lembab dengan sedikit dayuan suara motor yang sangat merdu. 

Tidak terasa waktu yang kami lewatkan dengan penuh kebahagiaan itu akhirnya kami sampailah di Ambarawa, sesampainya di Ambarawa perjalanan kami di hentikan oleh manusia-manusia penjaga jalanan, lalu orang yang di belakang saya berbicara "mas kayaknya kita di tangkap ini" tanpa waktu lama aku langsung menjawab "tidak apa-apa aku di tangkap asalkan atas tuduhan pencuri hati kamu" heheheh. Ternyata tidak hanya saya yang di berhenti kan akan tetapi semua rombongan perjalanan kami di berhenti kan oleh penjaga jalan itu, para penjaga itu tanpa berlama-lama kami langsung di panggil satu persatu untuk masuk ke dalam ruangan yang sangat panas. Saya melihat satu persatu wajah yang keluar dari ruangan itu penuh dengan ekspresi kekesalan, timbul banyak pertanyaan di benak saya sebenarnya di dalam ada apa? Antrian selanjutnya adalah nama saya dan saya langsung masuk ke ruangan itu, tanpa banyak basa-basi saya langsung di todong dengan seribu surat yang berpasal-pasal dan sejuta tuduhan kesalahan yang saya anggap itu tidak kesalahan yang amat berat, karena penjaga jalanan ini tidak mau berlama-lama dengan kami dia langsung memberi tawaran baru yaitu dengan cara mengambil sejumlah uang kami, saya pun keluar ruangan dengan ekspresi yang kesal. Itulah kejadian yang kami sebut dengan PERISTIWA AMBARAWA. Kami tidak ingin mengulurkan banyak waktu lagi, kami langsung melanjutkan perjalanan dengan meninggalkan peristiwa Ambarawa yang tidak mungkin kami lupakan.



Ambarawa terlewatkan sampailah kami ke kota yang kami tujukan yaitu Semarang, setelah sampai di simpang lima Semarang ada salah satu dari anggota kami meninggal janji tetapi kali ini cara meninggal janjinya berbeda, kali ini salah satu dari rombongan kami meninggal janji dengan cara yang tidak lazim yaitu jatuh dari motor. Jatuh dan luka sama-sama pada kaki bagian bawah mungkin inilah yang di sebut dengan tinggal janji yang tidak di rencanakan atau " simpang lima tinggal janji". Begitulah kira-kira cerita perjalan kami ke Semarang sayang rasa nya kami meninggal kan kota yang penuh bunga itu, mungkin akan ada perjalanan-perjalanan selanjutnya karena IKMAA adalah kita, kita adalah IKMAA.

Oleh: paii_bento
Jogja, 26 November 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IKMAA YOGYAKARTA