Tepat nya tanggal 27 agustus tahun lalu aku datang ke Jogja dengan
niat baik ku tetapkan jogja menjadi tempat perantauan selanjutnya, Jogja yang
terkenal dengan sebutan kota pelajar, kota budaya dan tak jarang ku mendengar orang-orang berkata bahwa Jogja adalah
miniaturnya indonesia. Jogja yah demikian lah nama nya, kota ini menawarkan
seribu alasan untuk saya tetap bertahan di sini walau dalam perjalanannya ada
banyak masalah yang dihadapi mulai dari ditolak berbagai kampus dan masalah
pribadi yang menjadi polemik, yah selain itu musuh terbesar ialah rasa rindu
akan keluarga yang berada di sebrang pulau sana.
Jogja kota pelajar sebutannya, kota dengan seribu kampus julukannya.
Menawarkan berbagai hal baru untuk di cari tau, menariknya meski kampus begitu
banyak tetapi dalam perkembangann setiap tahunnya mahasiswa baru di Jogja terus
meningkat, mutu pendidikan di Jogja memang terbilang lebih baik dari kota-kota
yang ada di indonesia, seperti ugm,uii,uny,uin dan umy. Beberapa nama
kampus yang sangat di minati oleh para calon mahasiswa baru. Dan dari sekian
nama kampus yang ku sebutkan tadi tak ada yang menerima mahasiswa seperti saya
wkwkw. Ah sudah lah mungkin bukan takdirnya.
“Kota Budaya” kata ini identik dengan Jogja, santun tingkah
lakunya, erat rasa persaudaraannya, bahagia dengan warung kopinya. Yah itu beberapa dari sekian banyaknya budaya
yang ada di Jogja, budaya yang membuat
pengunjungnya betah tinggal di kota ini. kota yang masih kental dengan
budaya Jawanya sangat menjunjung tinggi budaya sopan santun dan rasa
kekeluargaan yang erat dalam bermasyarakat. Dan masih ada satu hal yang tak
akan hilang dari kota ini yaitu istimewa dengan warung kopinya yang berada di setiap sudut kota istimewa ini, budaya bahkan menjadi rutinitas setiap harinya
dan sangat di gemari oleh para pelancong intelektual(mahasiswa sebutanya).
Dari Sabang sampai Marauke itu lah indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua. Semuanya telah ku temui di kota ini,
semuanya hadir untuk bersatu padu dengan satu tujuan dan satu niat yaitu
menuntut ilmu. Itulah tak salah jika Jogja disebut sebagai ”miniaturnya
indonesia” Jogja menjadi pusat
pendidikan bagi anak-anak indonesia mulai dari belajar budaya, teknologi hingga
kehidupan sosial. tak sedikit anak-anak Indonesia bercita-cita untuk menjadi pelancong intelektual di kota ini dan pastinya
setiap hal yang ada di kota ini menawarkan keistimewaan salah satu dari sekian
banyak adalah saudara, ini yang menjadi hal yang menarik dan selalu menarik
ketika berada di perantauan, dipertemukan untuk bersama dan dipisahkan untuk
berjuang. Itulah keistimewaan dari kota ini, Jogja tak akan habis untuk di
bincangkan apalagi dituliskan dan pastinya Jogja adalah kota kenangan yang
romantis di setiap sudutnya.
Oleh: Muhammad Syukran

Warbiasahhhh...
BalasHapus