jika membaca adalah memburu, maka menulis adalah mengikat buruan tersebut (Imam Al-Ghazali)

Selasa, 02 Januari 2018

Antara Aku dan Jogja




Tepat nya tanggal 27 agustus tahun lalu aku datang ke Jogja dengan niat baik ku tetapkan jogja menjadi tempat perantauan selanjutnya, Jogja yang terkenal dengan sebutan kota pelajar, kota budaya dan tak jarang ku mendengar  orang-orang berkata bahwa Jogja adalah miniaturnya indonesia. Jogja yah demikian lah nama nya, kota ini menawarkan seribu alasan untuk saya tetap bertahan di sini walau dalam perjalanannya ada banyak masalah yang dihadapi mulai dari ditolak berbagai kampus dan masalah pribadi yang menjadi polemik, yah selain itu musuh terbesar ialah rasa rindu akan keluarga yang berada di sebrang pulau sana.
Jogja kota pelajar sebutannya, kota dengan seribu kampus julukannya. Menawarkan berbagai hal baru untuk di cari tau, menariknya meski kampus begitu banyak tetapi dalam perkembangann setiap tahunnya mahasiswa baru di Jogja terus meningkat, mutu pendidikan di Jogja memang terbilang lebih baik dari kota-kota yang ada di indonesia, seperti ugm,uii,uny,uin dan umy. Beberapa nama kampus yang sangat di minati oleh para calon mahasiswa baru. Dan dari sekian nama kampus yang ku sebutkan tadi tak ada yang menerima mahasiswa seperti saya wkwkw. Ah sudah lah mungkin bukan takdirnya.
“Kota Budaya” kata ini identik dengan Jogja, santun tingkah lakunya, erat rasa persaudaraannya, bahagia dengan warung kopinya.  Yah itu beberapa dari sekian banyaknya budaya yang ada di Jogja,  budaya yang  membuat  pengunjungnya betah tinggal di kota ini. kota yang masih kental dengan budaya Jawanya sangat menjunjung tinggi budaya sopan santun dan rasa kekeluargaan yang erat dalam bermasyarakat. Dan masih ada satu hal yang tak akan hilang dari kota ini yaitu istimewa dengan warung kopinya yang berada di setiap sudut kota istimewa ini, budaya bahkan menjadi rutinitas setiap harinya dan sangat di gemari oleh para pelancong intelektual(mahasiswa sebutanya).
Dari Sabang sampai Marauke itu lah indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua. Semuanya telah ku temui di kota ini, semuanya hadir untuk bersatu padu dengan satu tujuan dan satu niat yaitu menuntut ilmu. Itulah tak salah jika Jogja disebut sebagai ”miniaturnya indonesia”  Jogja menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak indonesia mulai dari belajar budaya, teknologi hingga kehidupan sosial. tak sedikit  anak-anak Indonesia bercita-cita untuk menjadi pelancong intelektual di kota ini dan pastinya setiap hal yang ada di kota ini menawarkan keistimewaan salah satu dari sekian banyak adalah saudara, ini yang menjadi hal yang menarik dan selalu menarik ketika berada di perantauan, dipertemukan untuk bersama dan dipisahkan untuk berjuang. Itulah keistimewaan dari kota ini, Jogja tak akan habis untuk di bincangkan apalagi dituliskan dan pastinya Jogja adalah kota kenangan yang romantis di setiap sudutnya.



Oleh: Muhammad Syukran

1 komentar:

IKMAA YOGYAKARTA