Sebuah Puisi dari Seorang Aktivis Muda (Paidillah)
Apa kabar musuhku ?
Apa kabar musuhku ?
Lagi-lagi dalam pembacaanku
sampai juga aku di ali imran
Ayat seratus tiga dan seratus lima
Dan di saat itu pula
Kerinduan ini semakin megelora
Untuk mengingatkan ku kepadamu
Dari tempat yang tidak engkau ketahui ini
Aku berdo’a untukmu
Semoga engkau baik-baik saja
Dan selalu dalam perlindungan tuhan
Yang mungkin masih tak kau percaya
Ya, engkau tidak bisa menolak dari lindungan-nya
Meski engkau terus menerus memungikiri-nya
Sunguh aku tidak bermaksud bersembunyi
Tetapi aku hanya mengasingkan diri untuk sementara waktu
Akan tiba saatnya nanti kau akau kutemui
Untuk kita kembali berduel lagi
Sungguh aku sangat merindukan pertarungan kita, musuhku
Pertarungan yang menjadi saksi bahwa tiada satupun
Permusuhan yang sejati maupun pertemanan
Bahwa kau adalah musuhku yang menyerang ku
Dari depan mataku
Sedangkan teman
Bisa saja menikam ku dari belakangku
Jogjakarta, 16 november 2017
Ruangan gelap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar