Bertempat di AOA Kafe jalan selokan mataram
Yogyakarta jumat 9 januarai 2018, berlangsung pelantikan pengurusan baru ikatan
keluarga mahasiswa alumnis as’ad Yogyakarta (IKMAA) periode 2018/2019. Dengan pengurus barunya yaitu Arinaldi Nugraha mahasiswa
manajemen Universitas Mercubuana angkatan 2014. Dengan misi “meningkatkan
potensi serta mewujudkan profesionalitas anggota terhadap ikmaa”. Diharapkan dapat
menumbuh kembangkan semangat kekeluargaan diantara anggota ikmaa dengan
mengoptimalkan kinerja organisasi yang berorientasi pada partisipasi anggota
serta meningkatkan koordinasi internal maupun eksternal organisasi.
Acara pelantikan yang mengundang IKPM jambi
serta organisasi yang berbasis jambi lainnya, dihadiri oleh jajaran sesepuh dan
para DPO serta tamu istimewa perwakilan dari IKAPPA Jakarta. Berjalan dengan
khidmad diawali dengan pembacaan ummul Quran dipimpin oleh Dedi Saputra,
dilanjutkan dengan pembacaan sebagian ayat-ayat al-Quran dilantunkan oleh Qori
perwakilan ikappa Jakarta dengan berkolaborasi, dan diakhirnya ditutupi dengan
doa oleh Syahril Gunawan.
Penanda-tangani serah terima jabatan dari
demisioner ke pengurusan baru disaksikan oleh perwakilan dari KPJ, perwakilan IKAPPA
Jakarta, koordinator DPO dan sesepuh IKMAA. Ketua umum menyampaikan sambutan
dengan penuh semangat, banyak harapan dan program unggulan yang ia kemukakan
yang disambut dengan tepukan tangan serta teriakan salam santri oleh seluruh
anggota, membuat suasana aula menjadi bergema. koordinator DPO juga tidak mau
kalah (Etty etriana) dengan gaya khas dari seorang mubaligh ia menyampaikan
sambutan dengan banyak memberi wejangan serta petuah-petuah untuk menyemangati
para pengurus dalam menjalankan roda organisasi, dan yang teristimewa ialah ketika
perwakilan dari sesepuh (Bung Huzni SY) menyampaikan
bahwa IKMAA adalah rumah bersama, sebagai wadah bagi seluruh anggota untuk berproses dan mengembangkan bakat serta
minat yang terpendam dalam diri masing-masing anggota. “ suatu saat kalian akan
memetik buah dari proses yang kalian lewati, menikmati manisnya dari perjuangan
menuju tujuan bersama seperti saudara-saudara dibelakang”. Dengan menunjuk ke
barisan para demisioner.
Pelantikan kepengurusan priode ini
benar-benar menggambarkan sebuah peradaban baru bagi IKMAA, di umurnya yang
menginjak lima tahun IKMAA telah banyak menciptakan kebudayaan dalam makna dan
prosedur sebuah organisasi. Peradaban diambil dari unsur kata madinah
berarti kota, berlawanan dengan Qoryah yang berarti ndeso, kampungan.
Maksudnya ialah orang-orang yang tidak mau menjalankan prosedur dan blum berproses.
Jadi peradaban ialah berpikir maju dan mampu menciptakan budaya-budaya baru yang
sifatnya membangun serta mewujudkan esensi yang nyata dalam kehidupan. Maka peradaban
yang dibangun oleh sekelompok manusia sebagai wujud dari semangat organisasi
dalam mewarnai ruang dan waktunya sudah tentu mendapat pengaruh langsung maupun
tidak langsung dari nilai-nilai yang terkandung dalam organisasi tersebut. Dan IKMAA
telah mampu meliwati prosedur yang panjang dan penuh rintangan tersebut menuju
tujuan bersama.
Semoga semangat yang menyala-nyala dalam
tubuh kepengurusan periode ini tetap bersinar hingga akhir dari jabatan dan
mampu menciptakan budaya-budaya baru untuk sebuah peradaban yang baru pula.
maaf cak fotonyo idak update.,,,,,
BalasHapussalam santri 👊👊👊
BalasHapusIKMAA bukan saja sebagai wadah bagi anggotanya tapi (insya allah) kiblat bagi Organisasi Alumni Lain nya. Aamiin...