jika membaca adalah memburu, maka menulis adalah mengikat buruan tersebut (Imam Al-Ghazali)

Sabtu, 20 Januari 2018

PELANTIKAN PENGURUS WUJUD DARI PERADABAN IKMAA


Bertempat di AOA Kafe jalan selokan mataram Yogyakarta jumat 9 januarai 2018, berlangsung pelantikan pengurusan baru ikatan keluarga mahasiswa alumnis as’ad Yogyakarta (IKMAA) periode 2018/2019.  Dengan pengurus  barunya yaitu Arinaldi Nugraha mahasiswa manajemen Universitas Mercubuana angkatan 2014. Dengan misi “meningkatkan potensi serta mewujudkan profesionalitas anggota terhadap ikmaa”. Diharapkan dapat menumbuh kembangkan semangat kekeluargaan diantara anggota ikmaa dengan mengoptimalkan kinerja organisasi yang berorientasi pada partisipasi anggota serta meningkatkan koordinasi internal maupun eksternal organisasi.
Acara pelantikan yang mengundang IKPM jambi serta organisasi yang berbasis jambi lainnya, dihadiri oleh jajaran sesepuh dan para DPO serta tamu istimewa perwakilan dari IKAPPA Jakarta. Berjalan dengan khidmad diawali dengan pembacaan ummul Quran dipimpin oleh Dedi Saputra, dilanjutkan dengan pembacaan sebagian ayat-ayat al-Quran dilantunkan oleh Qori perwakilan ikappa Jakarta dengan berkolaborasi, dan diakhirnya ditutupi dengan doa oleh Syahril Gunawan.
Penanda-tangani serah terima jabatan dari demisioner ke pengurusan baru disaksikan oleh perwakilan dari KPJ, perwakilan IKAPPA Jakarta, koordinator DPO dan sesepuh IKMAA. Ketua umum menyampaikan sambutan dengan penuh semangat, banyak harapan dan program unggulan yang ia kemukakan yang disambut dengan tepukan tangan serta teriakan salam santri oleh seluruh anggota, membuat suasana aula menjadi bergema. koordinator DPO juga tidak mau kalah (Etty etriana) dengan gaya khas dari seorang mubaligh ia menyampaikan sambutan dengan banyak memberi wejangan serta petuah-petuah untuk menyemangati para pengurus dalam menjalankan roda organisasi, dan yang teristimewa ialah ketika perwakilan dari sesepuh  (Bung Huzni SY) menyampaikan bahwa IKMAA adalah rumah bersama, sebagai wadah bagi seluruh anggota  untuk berproses dan mengembangkan bakat serta minat yang terpendam dalam diri masing-masing anggota. “ suatu saat kalian akan memetik buah dari proses yang kalian lewati, menikmati manisnya dari perjuangan menuju tujuan bersama seperti saudara-saudara dibelakang”. Dengan menunjuk ke barisan para demisioner.
Pelantikan kepengurusan priode ini benar-benar menggambarkan sebuah peradaban baru bagi IKMAA, di umurnya yang menginjak lima tahun IKMAA telah banyak menciptakan kebudayaan dalam makna dan prosedur sebuah organisasi. Peradaban diambil dari unsur kata madinah berarti kota, berlawanan dengan Qoryah yang berarti ndeso, kampungan. Maksudnya ialah orang-orang yang tidak mau menjalankan prosedur dan blum berproses. Jadi peradaban ialah berpikir maju dan mampu menciptakan budaya-budaya baru yang sifatnya membangun serta mewujudkan esensi yang nyata dalam kehidupan. Maka peradaban yang dibangun oleh sekelompok manusia sebagai wujud dari semangat organisasi dalam mewarnai ruang dan waktunya sudah tentu mendapat pengaruh langsung maupun tidak langsung dari nilai-nilai yang terkandung dalam organisasi tersebut. Dan IKMAA telah mampu meliwati prosedur yang panjang dan penuh rintangan tersebut menuju tujuan bersama.
Semoga semangat yang menyala-nyala dalam tubuh kepengurusan periode ini tetap bersinar hingga akhir dari jabatan dan mampu menciptakan budaya-budaya baru untuk sebuah peradaban yang baru pula.




2 komentar:

  1. salam santri 👊👊👊

    IKMAA bukan saja sebagai wadah bagi anggotanya tapi (insya allah) kiblat bagi Organisasi Alumni Lain nya. Aamiin...

    BalasHapus

IKMAA YOGYAKARTA