EPISODE 2
Penantian ku yang lama akan balasan
surat ungkapan hati yang ku berikan kepada Ira membuat tiap hariku selalu di ambang
penantian, hingga akhirnya ku mendapat pesan Ira yang dititipkan lewat teman
sekelasku Aldi kalau saat ini dia sedang menungguku di ruang perpustakaan. Saat
itu aku hanya terfikir satu hal bahwa hari ini adalah hari special bagiku,
walaupun sebenarnya aku belum tau apa yang akan dibicarakan oleh Ira, tapi ntah
kenapa sesaat aku memandang ke arah langit ada bisikan awan yang memintaku
untuk segera bergegas menuju perpustakaan, langkahku yang tak beraturan pun
menghantarkan aku sampai di depan pintu perpustakaan, degup jantung pun semacam
tak lagi berirama, “oh tuhan ada apa denganku” kataku dalam hati. Dengan kepala
sedikit tertunduk, aku memasuki ruangan perpus, perlahan aku menoleh kearah
seorang wanita yang sedang membelakangi ku. rok putih, baju putih dan jilbab
putih, seragam putih-putih yang dikenakannya itu membuatku terpesona seketika
ia berbalik badan kearahku
+”Hai
zakhwan”
Suara merdu yang keluar dari mulutnya
yang imut, sumpah aku bergetar ketika hendak menjawabnya
-“Ha…haai
juuga ra”
+”Ini
!!!”
Sambil memberiku sebuah buku
Setelah memberikan sebuah buku kepada
ku ia pun bergegas keluar dari ruang perpus dengan senyuman yang kembali tak
dapat kubayangkan. Sambil memegang erat buku surat yang di kembalikan Ira
kepadaku, aku sangat berharap ada jawaban hatiku didalamnya, sungguh aku tak
sabar untuk membuka buku itu, namun bell sekolah pun kembali berdering tanda kelas
masuk untuk melanjutkan pelajaran. Aku kembali masuk kelas dan melanjutkan
pelajaran hingga jam sekolahpun berakhir.
Sebelum pulang ke asrama untuk
istirahat, tak lupa sholat zhuhur berjamaah yang rutin kami lakukan selaku
santri pondok, walaupun tampang yang serupa bajingan begini, aku tetap
berpegang teguh pada prinsip lama nenek moyangku bahwa “TAROI TELLENG LINOE TELLAING TEPPE’KU’ RI MASEGALAE” (seumpama dunia
ini tenggelam, tak akan berpaling kepercayaanku kepada tuhan). Jam
istirahat yang biasa aku gunakan untuk beristirahat kini tak lagi aku gunakan
untuk itu, namun kugunakan untuk membuka dan membaca balasan surat yang Ira
berikan kepada ku. Perlahan buku itu aku buka dengan perasaan yang ntah
bagaimana.
“wss
zakhwan…salam kenal juga dari aku.
Wan,
sebelumnya aku minta maaf karna baru sempat kasi buku itu ke kamu, bukan maksud
buat kamu menunggu tapi kesibukan aku yang begitu padat, sekali lagi aku minta
maaf wan.
Wan,
menanggapi isi surat kamu yang kamu kirim beberapa hari yang lalu, aku merasa
senang bercampur heran, aku senang karna menurut kamu aku bisa merubah
kejenuhanmu berada di pondok ini berubah jadi semangat, herannya aku kenapa kok
bisa hal itu terjadi sedangkan kamu belum mengenal aku, tapi itu ungkapan
perasaan kamu ke aku dan aku hargai itu. Terimakasih untuk rasa suka yang kamu
ungkapkan sama aku, namun jujur wan saat ini aku belum bisa beri kamu jawaban
yang pasti antara iya atau tidak, kita jalani aja apa yang ada sekarang, disisi
lain aku juga ingin mengenal kamu sebelum jauh kita menjalani suatu hubungan,
jawaban iya atau tidak dari aku pun bukan suatu yang penting menurut aku,
memberi bukti akan ucapan itu yang sangat aku harapkan dari suatu hubungan wan.
Kita jalani aja dulu ya wan. By Ira”.
Itulah isi surat balasan Ira akan
surat ungkapan hatiku beberapa hari yang lalu yang baru sempat iya balas. Walaupun
secara tegas dia idak mengatakan menolak ataupun menerimaku sebagai kekasihnya,
melainkan ingin melihat keseriusanku kepadanya. Setidaknya aku sudah legah
karna sudah mendapat jawaban dari nya. Tak pula ia lupa menyisipkan no Hp di
akhir dari balasan surat itu.
Setelah membaca balasan surat itu, aku
hanya terfikir akan membuktikan kata2ku sebagai wujud keseriusanku kepadanya. Kembali
aku teringat akan pepatah bugis bahwa “AJU MALURU’E MI RIALA PAREWA BOLA” (HANYA
KAYU YANG LURUSLAH YANG AKAN DI JADIKAN SEBAGAI PONDASI RUMAH), artinya memang
dalam suatu hubungan, keseriusan dan hati yang luruslah yang akan dijadikan
sebagai pegangann kita.
Malam tepat setelah aku membaca surat
itu aku merasa gelisah, ntah apa yang ada di dalam fikiranku. Akhirnya aku
putuskan untuk menelphon Ira lewat no Hp yang iya tuliskan di akhir jawaban
surat itu. Mulailah aku membuka percakapan-percakapan ringan dengannya sembari
bersembunyi di balik lemari kecil yang berada di pojok kamar yang di balut
dengan cerita tentang seekor semut yang membuat gajah tertawa terbahak-bahak karna
aksinya yang lucu, oh sungguh malam dengan cerita yang sangat hangat, hingga
aku memutuskan bahwa malam itulah awal aku menjalani hubungan dengannya, 22 mei
2012 hari dimana aku menggantungkan hati dan pengharapanku kepada seorang gadis
berdarah melayu itu.
Hari demi hari kami melaluinya dengan
penuh cinta dan harapan bahwa hubungan ini akan tetap terjalin hingga maut
memisahkan, cerita-cerita indah yang kami lalui pun menjadi saksi perjalanan
cinta kami, makan berdua, menikmati sore
di tepian sungai batang hari dengan setusuk jagung bakar, secangkir sari tebu
manis semanis ayu wajahnya nan rupawan sembari memandang perahu penyebrangan
yang saling berebut mencari penumpang. Oh sungguh aku merasa memiliki separuh
dunia yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Tak terasa setelah setengah tahun kami
menjalani kisah cinta kami yang penuh kebahagiaan, walaupun harus aku akui bahwa
dalam suatu hubungan pasti adanya cekcok-cekcok kecil yang selalu menjadi warna
dalam kisah kami memicu diri untuk selalu berbenah agar menjadi pasangan yang
sejalan.
Bulan 11 tepatnya terdengar kabar kalau
aku dan 15 temanku terpilih mewakili propinsi Jambi untuk mengikuti PPSN (perkemahan
pramuka santri nusantara) di Batam Kepulauan riau, disini lah bermula kisah
kami yang sebenarnya…
BERSAMBUNG…

nantikan kelanjutan cerita zakhwan dan ira di episede 3
BalasHapusKren
BalasHapusserasa berlayar di lautan nostalgia ... 😂
Thanks. Nantikan terus kelanjutan ceritanya neng
HapusKalo satu episode satu buku rugi banyak yg baco beli trs 😄
BalasHapusHaha tenang cak, setelah kisah ini selasi, kita bukukan jadi satu buku, biar pembaca mudah memilikinya. Nantikan terus kelanjutan ceritanya... Episode 3 akan segera rilis haha
HapusMantap...
BalasHapusTingkat kan 🖒🖒🖒
Thanks your koment
HapusMantap...
BalasHapusTingkat kan 🖒🖒🖒