Tidak terasa waktu bergulir begitu cepat,
seperti hembusan angin yang menerbangkan
debu-debu. “Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu” begitulah
perumpamaan yang dijelaskan dalam Mahfuzhot Arab. Waktu adalah sesuatu yang
sangat berharga dalam kehidupan manusia, dalam al-Quran misalnya, kita temukan
sebuah kalimat sumpah yang Allah rangkai dengan menggunakan kata waktu. Pertanyaannya
ialah: sadarkah kita setetes kenangan menghampiri hati, segenggam harapan
dipandangan kedepan?.
Akan tetapi saat ini kita dihadapkan pada
tonggak perputaran roda waktu yang
membawa ke fase selanjutnya dalam kehidupan. Sebagian manusia telah berhasil
memenangkan pertarungan diwaktu sebelumnya, sehinggga mereka memiliki bekal
untuk menghadapi pertarungan selanjunya. Namun tidak sedikit pula mereka yang
terjerumus kedalam jurang keniscayaan, terbuai oleh nyanyian syaithan yang
dibumbui dengan keasikan, tidak banyak yang mereka dapatkan selain dari sebuah
kehampaan.
Dalam momentum ramadhan tahun ini,
hendaklah kita tanamkan niat yang tulus dan penuh keikhlasan untuk berhijrah
dijalan Allah. Dengan kerendahan diri memohon ampunan dan keberkahan serta
rahmat darinya. Dalam al-Quran Allah SWT berfirman “sesungguhnya orang-orang
yang beriman orang-orang yang berhijrah dan orang-orang yang berjihad dijalan
Allah mereka itu adalah orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah, dan Allah maha
pengampun lagi maha penyayang”. (QS. Al-Qoroh:218).
Dari ayat ini kita dapat mengambil sebuah
istimbat bahwasanya: dengan semangat berhijrah (dibulan ramadhan) untuk
mengintrofeksi diri agar mendapatkan rahmat dari yang maha agung untuk menjadi
pribadi yang lebih baik. Inilah waktunya untuk berbenah diri dan berusaha
menata kembali umat (masyarakat dewasa ini), menuju jalur yang benar sesuai
dengan tuntunan yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW. Sebagaimana substansi
dari hijrah ialah berpindah dari tatanan jahiliyah dan kedzoliman menuju
kehidupan yang islami, paling tidaknya kita jadikan misi itu sebagai refleksi
dari semangat menyambut bulan ramadhan.
Pada dasarnya berhijrah itu berat dan hanya
mampu dilakukan oleh orang-orang yang memiliki tekad dan niat yang kuat. karna ini menyangkut persoalan moral,
meninggalkan sesuatu yang asik dan menyenangkan dalam buaian syaithan. Lalu berproses
kepada sesuatu yang bermanfaat yang sangat dibenci dan selalu dipertentangkan
oleh iblis laknatullah. Dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad Ra, Rasul
SAW bersabda “sebaik-baik hijrah ialah meningggalkan segala sesuatu yang dibenci
oleh Allah azza wajalla”.
Dengan ayat dan hadis tersebut hendaklah
kita bangkitkan dan aktualisasikan kembali spirit serta nilai-nilai dalam
hijrah untuk menghadapi bulan yang penuh dengan keberkahan dan pengampunan ini ,
hinggga pada puncaknya nanti kembali pada kalimat fitrah. Bersih suci laksana
seorang bayi yang baru dilahirkan.
Dedi el-kuisy
Asrama silampari - pertigaan malam ke empat
ramadhan 1439 H

Mantap ni 😂. Sering2 berbagi pengetahuan gan. Semoga berkah ✌️
BalasHapus